Menghitung uang fisik, menyetor sisanya, dan kenapa hari yang terlewat tidak pernah bisa dikejar oleh penutupan besok.
Diperbarui 2026-09-20 · 5 menit baca
Saldo laci di aplikasi sama dengan uang yang benar-benar ada di laci.
Menutup laci menjawab satu pertanyaan: apakah uang yang ada sama dengan yang seharusnya. Jawabannya cuma berarti kalau dilakukan setiap hari — dan hari yang terlewat tidak bisa dikejar besok. Kalau tokomu punya lebih dari satu cabang, tiap cabang punya lacinya sendiri: menutup yang satu tidak membereskan yang lain, dan bilah pengingat menyebut nama cabangnya.
Hari yang tidak ditutup membuat tunainya mengendap di saldo laci SELAMANYA: penutupan besok hanya menyetor uang besok. Aksylo mengingatkan lewat bilah di atas setiap layar sampai lacinya ditutup.
Toko tutup jam sepuluh, laci ditutup 22.03, lalu ada yang beli tunai 22.05. Tanggal usaha berganti tengah malam, jadi penjualan itu masih hari yang sama — dan uangnya masuk sesudah dihitung. Tutup ulang tanggal yang sama: setorannya ditulis ulang, bukan ditambah, jadi brankas tidak menerima uang yang sama dua kali.
| Masalah | Penyebab dan pemeriksaan | Solusi |
|---|---|---|
| Saldo laci jauh lebih besar daripada uang fisiknya | Tunai dari hari-hari yang tidak pernah ditutup mengendap di sana. Penutupan harian hanya memindahkan uang hari itu, jadi yang lama tidak pernah tersentuh. Periksa: Buka Keuangan → Rekonsiliasi. Kotak peringatan di atas daftar menyebutkan selisihnya dan sejak kapan. | Kalau uangnya memang sudah pindah ke brankas, catat lewat Kas & Bank → Transfer. Kalau memang hilang, catat sebagai pengeluaran supaya ada jejaknya. Menutup laci saja tidak menghapusnya. |