Aksylo Docs

Perbandingan

Pesanan Pembelian vs Penerimaan Barang

Pesanan pembelian adalah niat membeli; penerimaan barang adalah kenyataan bahwa barangnya sudah ada. Keduanya dicatat terpisah karena sering tidak sama — supplier mengirim sebagian, mengganti merek, atau terlambat. Stok dan utang bertambah pada saat penerimaan, bukan pemesanan. Menggabungkan keduanya membuat stok bertambah untuk barang yang masih di jalan, dan itu menyesatkan setiap keputusan pembelian berikutnya.

Diperbarui 19 Agustus 2026 · 1 menit baca

Di halaman ini

Urutannya

Langkah ketiga adalah titik yang menentukan. Sebelum itu tidak ada apa pun yang berubah di toko, betapa pun besar nilai pesanannya.

Kenapa sering tidak sama

  • Supplier mengirim sebagian karena stoknya sendiri terbatas.
  • Barang diganti merek atau ukuran lain tanpa pemberitahuan.
  • Jumlah yang datang kurang atau lebih dari yang tertulis.
  • Sebagian barang rusak dalam perjalanan dan langsung dikembalikan.
  • Waktu kirim meleset dari janji — lihat lead time.

Contoh: pesan 100, datang 80

Pesanan 100 unit senilai Rp3.500.000. Yang datang 80 unit.

Stok bertambah 80, utang supplier tercatat Rp2.800.000 — bukan Rp3.500.000.

Sisa 20 unit tetap tercatat sebagai pesanan yang belum terpenuhi, sehingga tidak dipesan dua kali dan tidak dilupakan.

Kalau digabung

Stok bertambah saat pesanan dibuat, sehingga sistem mengira barang sudah ada padahal masih di jalan. Akibatnya berantai: titik pemesanan ulang tidak memicu, kasir menjual barang yang belum datang, dan utang tercatat untuk barang yang mungkin tidak pernah dikirim.