Glosarium
Apa itu Service Charge?
Service charge adalah biaya layanan yang ditambahkan ke tagihan, biasanya sebagai persentase dari nilai makanan dan minuman. Ia bukan pajak dan bukan sepenuhnya pendapatan usaha — di banyak restoran sebagian besar dibagikan ke karyawan. Karena itu memisahkannya dari omzet penting: memasukkannya utuh ke pendapatan membuat laba terlihat lebih besar daripada yang benar-benar menjadi milik usaha.
Di halaman ini
Service charge bukan pajak
| Service charge | Pajak restoran | |
|---|---|---|
| Ditetapkan oleh | Restoran sendiri | Pemerintah daerah |
| Besarnya | Umumnya 5–10% | Ditentukan aturan |
| Ke mana perginya | Sebagian besar ke karyawan | Disetorkan |
| Boleh tidak dipungut? | Ya | Tidak, kalau memenuhi kriteria |
Untuk tamu yang makan di tempat, biaya ini ditambahkan sekali di akhir lewat manajemen meja. Karena keduanya muncul berdampingan di struk, pelanggan sering mengira keduanya pajak. Menuliskannya terpisah dan jelas di struk mengurangi pertanyaan di kasir jauh lebih banyak daripada yang diperkirakan.
Kenapa dipisahkan dari omzet
Contoh: laba yang terlihat lebih besar
Penjualan makanan dan minuman Rp64.000.000. Service charge 7% = Rp4.480.000.
Kalau dicatat sebagai omzet, total tercatat Rp68.480.000 dan laba terlihat naik Rp4.480.000.
Padahal Rp4.480.000 itu akan dibagikan ke karyawan bulan itu juga. Laba yang sebenarnya tidak berubah sama sekali.
Yang perlu ditetapkan sejak awal
- Berapa persen, dan dihitung dari nilai apa saja.
- Bagaimana dan kapan dibagikan ke karyawan.
- Apakah dikenakan untuk pesanan bawa pulang — banyak restoran tidak. Lihat dine-in dan takeaway.