Laporan · Dokumentasi
Analitik Retail: Produk, Nilai Stok, Perputaran
Analitik retail menyatukan tiga angka per produk: berapa laba yang dihasilkannya, berapa modal yang ditahannya di rak, dan seberapa cepat ia berganti. Ketiganya bersama-sama menjawab pertanyaan yang paling sering salah dijawab di toko — produk mana yang layak dibeli lagi. Produk yang laku belum tentu menguntungkan, dan produk yang menguntungkan belum tentu cukup cepat berputar untuk layak menahan modal.
Di halaman ini
Tiga angka, empat jenis produk
| Perputaran cepat | Perputaran lambat | |
|---|---|---|
| Margin tebal | Jaga jangan sampai kosong | Stok tipis saja, jangan ditumpuk |
| Margin tipis | Penarik pelanggan — pertahankan | Kandidat dihentikan |
Empat kotak itu adalah seluruh isi analitik retail. Kesalahan yang paling mahal adalah memperlakukan kotak kanan-bawah seperti kotak kiri-atas: membeli banyak barang bermargin tipis yang lambat berputar karena harganya sedang diskon dari supplier.
Nilai stok tersimpan
Angka ini menjawab "berapa uang yang sedang duduk di rak" — dasar untuk menilai profitabilitas per produk. Ia naik saat pembelian melampaui penjualan, dan itu wajar sebelum musim ramai — yang tidak wajar adalah naik terus tanpa musim yang menjelaskannya. Cara menghitungnya dibahas di penilaian persediaan.
Contoh: dua produk yang terlihat sama
Produk A: terjual 180 unit/bulan, margin Rp2.000/unit, stok rata-rata 90 unit. Laba Rp360.000, modal tertahan kecil.
Produk B: terjual 40 unit/bulan, margin Rp9.000/unit, stok rata-rata 240 unit. Laba Rp360.000, modal tertahan enam kali lipat.
Laba bulanannya identik. Yang satu memakai sedikit modal, yang lain mengunci uang selama enam bulan penjualan.
Ambang yang berbeda per toko
Batas "lambat" untuk toko bangunan tidak sama dengan minimarket. Karena itu ambangnya perlu diatur per toko, bukan dipakai satu angka untuk semua — dan angka yang salah membuat separuh katalog ditandai merah tanpa alasan.
Di Aksylo
Aksylo menghitung laba, nilai stok, dan perputaran per produk dengan ambang yang bisa berbeda untuk tiap toko, sehingga penandaannya mengikuti kenyataan toko itu.