Retail · Dokumentasi
Menjual Barang Konsinyasi
Menjual barang konsinyasi berarti menjual barang milik orang lain dan membayarkan hasilnya setelah terjual. Kuncinya adalah memisahkan stok titipan dari stok milik sendiri sejak barang diterima. Tanpa pemisahan itu, selisih saat stock opname tidak bisa diketahui milik siapa, dan bagi hasil berubah menjadi perdebatan yang tidak punya bukti di kedua sisi.
Di halaman ini
Memisahkan sejak awal
Cara paling sederhana adalah memberi kategori atau penanda sendiri untuk barang titipan, sehingga laporan penjualannya bisa ditarik terpisah tanpa menghitung manual. Rinciannya sebagai konsep ada di konsinyasi.
- Catat penerimaan dengan jumlah dan tanggal
Ditandatangani kedua pihak, sekecil apa pun jumlahnya.
- Beri penanda di katalog
Kategori terpisah atau awalan pada nama produk.
- Jual seperti biasa
Pembeli tidak perlu tahu bedanya.
- Tutup periode: hitung terjual, sisa, dan retur
Tiga angka yang harus cocok dengan jumlah diterima.
Angka yang harus selalu cocok
Diterima = terjual + sisa di rak + dikembalikan. Kalau tidak cocok, selisihnya harus dicari sebelum bagi hasil dihitung — bukan sesudahnya, ketika salah satu pihak sudah memegang uangnya.
Contoh: penutupan periode
Diterima 60 unit. Terjual 41, sisa di rak 4, dikembalikan 15. Total 60 — cocok.
Harga jual Rp45.000, bagi hasil 70% pemilik barang.
Pembayaran: 41 × Rp45.000 × 70% = Rp1.291.500. Toko menerima Rp553.500 tanpa pernah mengeluarkan modal.
Yang perlu disepakati di muka
- Persentase bagi hasil dan dari nilai apa dihitung.
- Siapa menanggung barang yang rusak atau hilang di toko.
- Berapa lama periode titipan sebelum barang ditinjau ulang.
- Bagaimana selisihnya diselesaikan — lihat stock opname vs penyesuaian stok.
- Apakah toko boleh memberi diskon, dan siapa yang menanggungnya.