Glosarium
Apa itu Markup?
Markup adalah selisih harga jual terhadap harga beli, dinyatakan sebagai persentase dari harga beli. Margin menyatakan selisih yang sama sebagai persentase dari harga jual. Karena pembaginya berbeda, angkanya selalu berbeda: markup 50% sama dengan margin 33%. Tertukar antara keduanya adalah penyebab paling umum harga jual ditetapkan lebih rendah daripada yang dikira pemiliknya.
Di halaman ini
Dua rumus, satu selisih
| Rumus | Pembagi | |
|---|---|---|
| Markup | (Jual − Beli) ÷ Beli | Harga beli |
| Margin | (Jual − Beli) ÷ Jual | Harga jual |
Contoh: satu barang, dua angka
Harga beli Rp10.000, harga jual Rp15.000. Selisih Rp5.000.
Markup = 5.000 ÷ 10.000 = 50%. Margin = 5.000 ÷ 15.000 = 33%.
Pemilik yang menargetkan "untung 40%" lalu memakai markup 40% sebenarnya hanya mendapat margin 28,6% — dan biasanya baru sadar saat laba kotor tidak sesuai harapan.
Mana yang dipakai kapan
- Markup berguna saat menetapkan harga dari harga beli — cepat dihitung di depan supplier.
- Margin berguna saat membaca laporan — ia langsung sebanding dengan omzet.
- Sepakati satu istilah untuk seluruh tim; sebagian besar kekacauan berasal dari dua orang memakai kata yang sama untuk hitungan berbeda.
- Untuk retail, terapkan lewat mengelola harga jual.
Mengubah satu ke lainnya
Margin = markup ÷ (1 + markup). Markup 25% → margin 20%. Markup 100% → margin 50%. Semakin besar angkanya, semakin jauh keduanya, dan semakin mahal salah pakainya — terutama saat menilai profitabilitas produk.