Integrasi · Dokumentasi
Laba per Channel: Apakah GoFood Sepadan?
Laba per channel membandingkan sisa uang dari tiap tempat berjualan setelah potongan platform dan harga pokok penjualan. Pesanan Rp 100.000 yang sama menyisakan sekitar Rp 60.000 di kasir dan sekitar Rp 39.000 di GoFood dengan komisi 20 persen dan HPP 40 persen. Angka ini yang menjawab apakah sebuah marketplace sepadan — dan jawabannya sering ya, karena volume yang dibawanya tidak akan pernah datang dari jalan depan.
Status ketersediaan
- Komisi dan laba per channel — Sudah dibangun dan diuji, belum tersedia umum — menunggu kredensial partner resmi dari platform.
Di halaman ini
Pertanyaan yang sebenarnya ditanyakan pemilik
GoFood membawa pesanan yang tidak akan pernah datang dari jalan depan, dan mengambil seperlima tiap pesanan untuk itu. Apakah itu pertukaran yang bagus tergantung harga pokok toko sendiri — dan tidak ada laporan biasa yang bisa menjawabnya, karena laporan biasa menghitung omzet marketplace seolah semuanya sampai ke rekening.
Bacanya dari kiri ke kanan
| Kolom | Artinya |
|---|---|
| Penjualan bersih | Yang tercatat terjual di channel itu, setelah diskon dan retur |
| Potongan | Komisi dan biaya platform — kosong untuk kasir, karena tidak ada yang memotong |
| Diterima | Penjualan bersih dikurangi potongan: uang yang benar-benar sampai |
| HPP | Harga pokok bahan yang terpakai, dari resep tiap menu |
| Sisa | Diterima dikurangi HPP — angka yang pertanyaannya benar-benar tentang ini |
Pesanan yang sama, dua tempat
Kasir: Rp 100.000 masuk, potongan nihil, HPP Rp 40.000 → sisa Rp 60.000.
GoFood: Rp 100.000 masuk, potongan Rp 21.000, HPP Rp 40.000 → sisa Rp 39.000.
Selisihnya Rp 21.000 per pesanan — sekitar sepertiga dari sisa yang didapat kasir.
Pertanyaannya bukan mana yang lebih besar, melainkan apakah GoFood membawa cukup banyak pesanan tambahan untuk menutup selisih itu.
Sisa yang lebih kecil belum tentu buruk
Kesalahan yang paling mahal di halaman ini adalah menutup channel karena marginnya paling tipis. Kasir tidak bisa menggandakan dirinya sendiri; marketplace mendatangkan pesanan dari orang yang tidak tahu toko Anda ada. Sisa Rp 39.000 dari pesanan yang tidak akan pernah terjadi tetap Rp 39.000 lebih banyak daripada nol.
Yang layak ditindak justru dua hal lain: menu mana yang marginnya terlalu tipis untuk dijual di marketplace, dan apakah harga di listing perlu dinaikkan untuk menutup komisi.
Tiga tindakan yang biasanya keluar dari halaman ini
- Naikkan harga di listing, bukan di kasir. Harga marketplace yang lebih tinggi adalah praktik lazim dan pelanggan sudah memperhitungkannya sebagai ongkos kenyamanan.
- Keluarkan menu bermargin tipis dari listing marketplace, dan biarkan tetap dijual di tempat. Tidak semua menu perlu ada di semua channel.
- Perbaiki HPP yang belum terisi. Menu tanpa resep tercatat bermargin 100 persen, jadi laba channel akan terlihat lebih besar daripada kenyataannya selama angka itu belum lengkap.
Angka yang belum lengkap disebutkan, bukan disembunyikan
Pesanan yang komisinya belum diisi ikut dihitung penjualannya tapi tidak potongannya — jadi sisanya terlihat lebih besar daripada seharusnya. Layar menyebut berapa pesanan yang begitu, karena angka yang tidak lengkap dengan keterangan jauh lebih berguna daripada angka yang tidak lengkap tanpa keterangan.
Di Aksylo
Tabel Laba per Channel ada di Laporan Bisnis pada tab Laba Rugi, dan hanya muncul untuk toko yang memang punya penjualan marketplace.
Definisi penjualan bersih dan HPP-nya sama persis dengan laporan harian dan bulanan, supaya dua halaman tidak pernah berselisih beberapa persen tanpa ada yang bisa menjelaskan kenapa.
Pertanyaan umum
Berapa margin yang wajar untuk jualan di GoFood?
Tidak ada angka tunggal, tapi banyak warung mematok harga listing sekitar 20 sampai 30 persen di atas harga di tempat supaya sisa setelah komisi mendekati sisa dari kasir. Yang menentukan adalah HPP toko Anda sendiri.
Apakah ongkos kirim masuk hitungan?
Tidak. Ongkos kirim dibayar pelanggan ke platform dan tidak pernah menjadi bagian toko, jadi memasukkannya akan menggelembungkan omzet yang tidak pernah ada.
Kenapa Laporan Laba Rugi utama angkanya berbeda?
Karena Laba Rugi utama belum mengurangi potongan channel. Halaman itu menyebutkannya secara terbuka, dan tabel Laba per Channel adalah yang menunjukkan uang yang benar-benar masuk.