Glosarium
Apa itu Omzet?
Omzet adalah total nilai penjualan yang diterima bisnis dalam satu periode, sebelum dikurangi biaya apa pun. Ia mengukur besarnya aktivitas usaha — berapa banyak barang atau jasa yang berpindah tangan — bukan berapa keuntungannya. Omzet Rp 100 juta bisa berujung laba besar atau kerugian, tergantung harga modal dan biaya operasional di belakangnya.
Di halaman ini
Cara menghitung omzet
Omzet dijumlahkan dari seluruh transaksi penjualan dalam periode itu, setelah dikurangi retur. Yang tidak termasuk omzet: pinjaman, suntikan modal, dan penjualan aset — semuanya uang masuk, tetapi bukan hasil berdagang.
Contoh: omzet sebulan
Penjualan kotor Rp 84.500.000 · retur pelanggan Rp 1.200.000 → omzet Rp 83.300.000.
Uang masuk lain bulan itu — pinjaman bank Rp 50 juta — tidak dihitung sebagai omzet, meski menambah saldo rekening.
Omzet bukan laba
Kesalahan paling umum adalah memakai omzet untuk menilai kesehatan usaha. Dari omzet masih harus dikurangi harga pokok penjualan untuk mendapat laba kotor, lalu biaya operasional untuk mendapat laba bersih. Contoh dua usaha beromzet sama dengan hasil berlawanan ada di omzet vs laba.
Cara memakai omzet dengan benar
- Sebagai ukuran skala dan pertumbuhan, bukan keuntungan.
- Selalu dibaca bersama jumlah transaksi dan rata-rata belanja — caranya di laporan penjualan.
- Dibandingkan antar periode yang setara, karena bisnis F&B dan retail sangat musiman.
- Sebagai penyebut untuk metrik lain: margin dan selisih opname dinyatakan sebagai persentase omzet.
Di Aksylo
Aksylo menghitung omzet otomatis dari transaksi kasir, sudah memperhitungkan retur, dan menyajikannya bersama jumlah transaksi serta HPP agar tidak terbaca sendirian.