Panduan Praktis · Panduan
Cara Memilih Sistem POS
Memilih sistem POS dimulai dari jenis bisnis, bukan dari daftar fitur: bisnis berbasis bahan butuh resep dan dapur, bisnis berbasis barang butuh barcode dan SKU. Setelah itu periksa empat hal — apakah alur kasir benar-benar cepat, apakah stok terhubung otomatis, apakah laporannya menjawab pertanyaan laba, dan berapa total biaya termasuk perangkat serta potongan pembayaran.
Di halaman ini
Langkah 1: tentukan jenis bisnismu dulu
Pertanyaan pertama bukan "POS mana yang terbaik", melainkan "bisnisku jenis apa". Bisnis yang membuat produk dari bahan membutuhkan resep, tiket dapur, dan stok bahan. Bisnis yang menjual barang jadi membutuhkan barcode, SKU, dan pembelian ke supplier. Perbedaannya dibedah di POS F&B vs POS retail.
Langkah 2: uji empat hal yang menentukan
- Kecepatan kasir di jam ramai
Coba sendiri: berapa ketukan untuk satu transaksi biasa? Lebih dari empat, antrean akan menumpuk. Polanya di alur kerja kasir.
- Stok yang terhubung otomatis
Kalau stok harus diperbarui manual, sistem itu hanya kalkulator mahal — lihat sistem inventory.
- Laporan yang menjawab soal laba
Omzet mudah; yang penting HPP, margin, dan laba bersih — lihat laporan laba.
- Total biaya sebenarnya
Langganan + perangkat + potongan pembayaran + biaya tambahan per outlet atau per pengguna.
Pertanyaan yang layak diajukan sebelum berlangganan
- Kalau internet mati sepuluh menit, apa yang terjadi pada kasir? — pertimbangannya di POS cloud vs offline.
- Apakah data saya bisa diekspor kalau suatu hari pindah sistem?
- Berapa biaya menambah outlet kedua dan akun kasir tambahan?
- Apakah ada potongan per transaksi untuk pembayaran non-tunai?
- Siapa yang membantu kalau ada masalah di jam operasional, dan lewat kanal apa?
Contoh: membandingkan biaya setahun
Sistem A: Rp 200 ribu/bulan + mesin wajib Rp 6 juta + potongan 0,7% transaksi non-tunai. Dengan omzet non-tunai Rp 40 juta/bulan → Rp 2,4 juta + Rp 6 juta + Rp 3,36 juta = Rp 11,76 juta/tahun.
Sistem B: Rp 200 ribu/bulan, jalan di tablet yang sudah ada, QRIS statis tanpa potongan → Rp 2,4 juta/tahun. Fitur intinya sama; selisihnya Rp 9,3 juta.
Jebakan yang sering terjadi
- Memilih karena daftar fitur terpanjang, padahal 80% tidak akan dipakai.
- Mengabaikan kecepatan kasir — satu-satunya fitur yang dipakai ribuan kali per bulan.
- Terkunci perangkat khusus yang mahal, padahal tablet biasa sudah cukup.
- Tidak menanyakan ekspor data sampai saat ingin pindah.
Di Aksylo
Aksylo dirancang untuk dua jenis bisnis sekaligus: mode F&B dengan menu dan resep, mode Retail dengan barcode dan SKU — berjalan di perangkat yang sudah dimiliki, dengan pembayaran QRIS statis tanpa biaya gateway.