Panduan Praktis · Panduan
Cara Membaca Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi dibaca dari atas ke bawah karena tiap baris menjelaskan baris berikutnya. Omzet dikurangi harga pokok menghasilkan laba kotor; laba kotor dikurangi biaya operasional menghasilkan laba bersih. Saat laba bersih berubah, penyebabnya selalu ada di salah satu dari tiga baris itu, dan menemukan yang mana menentukan tindakan — menaikkan penjualan, menekan harga pokok, atau memangkas biaya adalah tiga pekerjaan yang berbeda.
Di halaman ini
Tiga baris yang menentukan
Laba kotor adalah baris yang paling jarang diperhatikan dan paling banyak bercerita. Ia menunjukkan apakah masalahnya di harga jual dan biaya bahan, atau di hal-hal lain di luar itu.
Membaca perubahan
| Yang terjadi | Kemungkinan sebab | Yang diperiksa |
|---|---|---|
| Omzet naik, laba kotor datar | Diskon terlalu dalam | Laporan produk dan diskon |
| Omzet datar, laba kotor turun | Harga beli naik atau porsi membengkak | HPP dan resep |
| Laba kotor naik, laba bersih turun | Biaya operasional bertambah | Biaya per kategori |
| Semua turun | Permintaan menurun | Jumlah transaksi, bukan harga |
Contoh: dua bulan, satu kesimpulan yang salah
Juli — omzet Rp71.000.000, laba kotor Rp45.400.000 (64%), biaya Rp23.800.000, laba bersih Rp21.600.000.
Agustus — omzet Rp78.000.000, laba kotor Rp45.900.000 (59%), biaya Rp24.100.000, laba bersih Rp21.800.000.
Omzet naik 10%, laba bersih naik 1%. Kesimpulan "bulan yang bagus" keliru: margin kotor turun lima poin, dan itu yang memakan seluruh kenaikan penjualan.
Angka yang tidak ada di laporan ini
- Uang tunai yang tersedia — itu ada di arus kas.
- Nilai barang yang masih di rak.
- Pengambilan pemilik, yang mengurangi kas tanpa mengurangi laba.
Di Aksylo
Laba rugi di Aksylo dihitung untuk rentang tanggal pilihan berikut periode pembanding, jadi perubahan tiap baris terbaca berdampingan, bukan sebagai dua laporan terpisah.