Pembayaran · Dokumentasi
Menerima Uang Muka
Uang muka adalah pembayaran sebagian di muka untuk pesanan yang barangnya diserahkan kemudian. Uangnya sudah diterima, tetapi penjualannya belum terjadi — pengakuan sebagai penjualan menunggu penyerahan. Mencampurnya dengan penjualan hari itu membuat omzet terlihat lebih besar dari kenyataan, dan membuat pembatalan pesanan menjadi koreksi yang rumit.
Di halaman ini
Uang diterima, penjualan belum
Ini perbedaan yang sama seperti antara kas dan laba. Uang muka menambah kas hari itu, tetapi omzetnya baru terjadi saat pesanan diserahkan. Mencatat keduanya di hari yang sama membuat satu hari terlihat sangat ramai dan hari penyerahan terlihat kosong.
Contoh: pesanan katering
1 Agustus — pesanan Rp7.500.000, uang muka 40% = Rp3.000.000 diterima.
12 Agustus — pesanan diserahkan, sisa Rp4.500.000 dibayar.
Kas: +Rp3.000.000 tanggal 1, +Rp4.500.000 tanggal 12. Omzet: Rp7.500.000 seluruhnya di tanggal 12.
Yang perlu disepakati di awal
- Besar uang muka dan batas waktu pelunasan.
- Apakah uang muka dikembalikan bila pesanan dibatalkan, dan berapa bagiannya.
- Sampai kapan perubahan jumlah pesanan masih diterima.
- Bukti tertulis, sekecil apa pun pesanannya.
- Metode pembayarannya, termasuk kemungkinan pembayaran terpisah.
Saat pesanan batal
Kalau uang muka dikembalikan, ia keluar sebagai pengeluaran kas — bukan sebagai retur penjualan, karena penjualannya memang belum pernah tercatat. Kalau ditahan sebagai kompensasi, ia baru menjadi pendapatan pada saat pembatalan, dan sebaiknya dicatat terpisah dari penjualan biasa agar tidak mengaburkan angka omzet.