Mulai dengan Aksylo · Panduan
Memasukkan Data Produk Pertama Kali
Impor produk pertama kali berhasil kalau filenya dirapikan lebih dulu. Yang dibutuhkan minimal nama, harga jual, harga beli, kategori, dan barcode bila ada. Kesalahan yang paling sering merusak hasil bukan format melainkan duplikat — produk yang sama tertulis dua kali dengan ejaan berbeda menghasilkan dua entri katalog, dan stoknya terbagi di antara keduanya tanpa disadari.
Di halaman ini
Kolom yang dibutuhkan
| Kolom | Wajib | Catatan |
|---|---|---|
| Nama produk | Ya | Konsisten, tanpa singkatan yang berbeda-beda |
| Harga jual | Ya | Angka saja, tanpa titik atau 'Rp' |
| Harga beli | Sebaiknya | Tanpa ini margin tidak bisa dihitung |
| Kategori | Sebaiknya | Lima sampai delapan kategori sudah cukup |
| Barcode | Kalau ada | Untuk barang tanpa barcode, siapkan SKU |
Merapikan sebelum impor
- Urutkan berdasarkan nama dan cari yang mirip — duplikat hampir selalu bersebelahan.
- Samakan penulisan satuan: "1 kg", "1kg", dan "1 Kilo" adalah tiga produk berbeda bagi sistem.
- Hapus baris kosong dan baris total yang biasa ada di file spreadsheet.
- Untuk toko baru, mulai dari daftar supplier — lihat cara membuka minimarket.
- Periksa harga jual yang lebih rendah dari harga beli — biasanya salah kolom.
Contoh: duplikat yang membagi stok
File berisi "Minyak Goreng 1L" dan "Minyak goreng 1 liter" sebagai dua baris.
Keduanya masuk katalog. Kasir kadang memilih yang satu, kadang yang lain.
Sebulan kemudian stok kedua entri sama-sama salah, dan menggabungkannya berarti menyusun ulang riwayat penjualan yang sudah terlanjur terbagi.
Setelah impor
Impor yang bersih adalah setengah dari minggu pertama. Sisanya adalah memastikan katalog itu benar-benar bisa dipakai kasir saat sedang buru-buru.
- Uji scan beberapa barcode langsung dari rak, bukan dari file.
- Cari produk lewat nama seperti yang biasa diketik kasir.
- Rapikan kategori produk sebelum menarik kesimpulan dari laporan.
- Periksa produk dengan margin yang terlihat aneh — biasanya harga tertukar.