Panduan Praktis · Panduan
Mengantar Pesanan Sendiri dan Menghitung Ongkirnya
Ongkir untuk pengantaran sendiri dihitung dari jarak antara toko dan alamat pembeli, memakai lima angka yang semuanya ditentukan pemilik toko: tarif dasar, tarif per kilometer, nilai belanja yang membuat ongkir gratis, radius terjauh yang dilayani, dan faktor jalan yang mengubah jarak garis lurus menjadi jarak yang benar-benar ditempuh. Pembeli melihat angkanya sebelum memesan, dan angka yang sama dihitung ulang di server saat pesanan dibuat.
Di halaman ini
Lima angka yang menentukan ongkir
Tidak ada satu tarif bawaan pun yang dipakai. Sebuah warung di gang dan sebuah kedai di pinggir jalan raya tidak punya biaya antar yang sama, dan menebak satu angka untuk keduanya berarti salah untuk dua-duanya. Kelimanya diisi pemilik toko di Pengaturan → Toko, dan semuanya dalam rupiah bulat.
| Angka | Artinya | Kalau diisi 0 |
|---|---|---|
| Tarif dasar | Dibayar berapa pun jaraknya | Ongkir hanya dari jarak |
| Tarif per km | Ditambahkan tiap kilometer | Ongkir sama untuk semua jarak |
| Gratis di atas | Belanja di atas nilai ini bebas ongkir | Tidak pernah gratis |
| Radius maksimal | Di luar ini tidak dilayani | Tanpa batas jarak |
| Faktor jalan | Pengali dari garis lurus ke jalan nyata | Tidak boleh 0 — lihat di bawah |
Kenapa jarak garis lurus tidak cukup
Jarak antara dua titik di peta selalu lebih pendek daripada jalan yang benar-benar ditempuh pengantar. Di antaranya ada sungai, jalan satu arah, dan gang buntu. Tanpa pengali, setiap ongkir terhitung lebih murah daripada biaya sebenarnya — dan selisihnya ditanggung tokonya sendiri, setiap hari, tanpa pernah muncul sebagai kerugian yang bisa dibaca di laporan laba.
Bawaannya 1,3 — artinya jalan dianggap sekitar tiga persepuluh lebih panjang daripada garis lurus. Daerah dengan banyak sungai atau jalan satu arah biasanya butuh angka yang lebih besar.
Sebuah kedai menyusun tarifnya
Pemilik kedai menghitung dulu biaya nyatanya: satu kali antar memakan bensin dan waktu sekitar Rp5.000 ditambah Rp2.000 tiap kilometer.
Ia mengisi tarif dasar Rp5.000, tarif per km Rp2.000, faktor jalan 1,3, dan radius maksimal 5 km.
Pembeli berjarak 2 km garis lurus dari kedainya. Jarak jalannya dihitung 2 × 1,3 = 2,6 km, ongkirnya Rp5.000 + (2,6 × Rp2.000) = Rp10.200, lalu dibulatkan ke atas menjadi Rp10.500 supaya angkanya enak dibaca.
Ia juga mengisi gratis ongkir di atas Rp150.000, karena pada nilai itu marginnya sudah menutup satu kali antar.
Batas layanan, dan kenapa harus ada
- Radius menutup pesanan yang tidak mungkin diantar sebelum pembeli terlanjur membayar. Alamat di luar radius ditolak di layar checkout, bukan lewat telepon setengah jam kemudian.
- Lokasi toko wajib diisi. Tanpa titik asal tidak ada jarak yang bisa dihitung, dan panel Pengantaran akan menyebutkan itu alih-alih diam.
- Ongkir dihitung dua kali — sekali di layar pembeli supaya ia melihatnya sebelum memesan, sekali lagi di server saat pesanan dibuat. Yang kedua yang mengikat.
- Untuk kiriman antarkota, pengantaran sendiri bukan jawabannya; itu urusan kurir dan bayar di tempat.
- Kedai yang menerima tamu di tempat biasanya menyalakan reservasi meja sekalian, di panel yang bersebelahan.
Setelah menyala, opsi Diantar muncul di halaman toko berdampingan dengan Ambil sendiri — baik di halaman kedai maupun di halaman toko ritel. Alamat toko yang dipakai pembeli untuk sampai ke sana dijelaskan di halaman alamat toko, dan pesanan yang masuk tampil di layar pedagang seperti pesanan lain.
Pertanyaan umum
Apakah saya bisa menetapkan satu ongkir datar untuk semua pembeli?
Bisa. Isi tarif dasar dengan angka yang diinginkan dan tarif per km dengan 0 — hasilnya sama untuk jarak berapa pun, selama masih di dalam radius.
Bagaimana kalau alamat pembeli salah titik petanya?
Ongkirnya ikut salah. Karena itu radius maksimal berguna: alamat yang jauh melenceng biasanya jatuh di luar radius dan tertahan di checkout.
Apakah gratis ongkir memotong pendapatan saya?
Ya, dan itu memang sebuah keputusan dagang. Isi batasnya pada nilai belanja yang marginnya sudah menutup satu kali antar, bukan pada angka bulat yang enak dilihat.