Laporan · Dokumentasi
Laporan Metode Pembayaran
Laporan metode pembayaran memecah omzet berdasarkan cara pelanggan membayar. Fungsinya dua: mencocokkan uang fisik di laci dengan penjualan tunai yang tercatat, dan memahami pergeseran perilaku pembayaran pelanggan. Proporsi non-tunai yang terus naik mengubah kebutuhan operasional — modal kembalian bisa dikurangi, tetapi konfirmasi pembayaran menjadi langkah yang tidak boleh dilewat kasir.
Di halaman ini
Fungsi pertama: mencocokkan kas
Uang fisik di laci hanya boleh berasal dari penjualan tunai plus modal awal. Laporan metode pembayaran memberi angka pembandingnya, dan pencocokan ini adalah langkah penutup shift yang dijelaskan di alur kerja kasir. Selisih yang berulang di shift yang sama hampir selalu berarti masalah proses, bukan kebetulan.
Contoh: rekap penutupan hari
Omzet hari ini Rp 6.480.000 → tunai Rp 2.310.000 (36%) · QRIS Rp 4.170.000 (64%).
Modal awal Rp 300.000 + tunai Rp 2.310.000 = Rp 2.610.000 seharusnya ada di laci. Hitungan fisik Rp 2.605.000 → selisih −Rp 5.000, dicatat dan ditutup.
Fungsi kedua: membaca pergeseran perilaku
- Non-tunai naik → kurangi modal kembalian, tapi perketat konfirmasi sebelum pesanan diserahkan.
- Tunai masih dominan → siapkan pecahan kecil; kehabisan kembalian memperlambat antrean.
- Pola per jam berbeda → pembayaran non-tunai sering lebih tinggi di jam kantor.
Yang perlu diperiksa setiap hari
- Total omzet = jumlah semua metode pembayaran; kalau tidak sama, ada transaksi yang belum diselesaikan.
- Pembayaran QRIS yang tercatat cocok dengan mutasi masuk di rekening merchant.
- Retur dan pembatalan tercatat di metode yang benar, bukan disamakan dengan tunai.
Di Aksylo
Aksylo mencatat metode pembayaran pada setiap transaksi — tunai dan QRIS statis — sehingga rekap harian per metode tersedia otomatis untuk dicocokkan dengan uang fisik dan mutasi rekening.