Glosarium
Apa itu Penerimaan Barang?
Penerimaan barang adalah proses mencatat barang yang benar-benar diterima dari supplier, dicocokkan terhadap purchase order. Ia menentukan dua hal sekaligus: jumlah stok yang bertambah dan harga beli yang dipakai untuk menghitung harga pokok. Karena itu penerimaan yang asal-asalan di jam ramai adalah salah satu sumber selisih stok dan HPP keliru yang paling sering terjadi.
Di halaman ini
Alur pemeriksaan saat barang datang
- Cocokkan terhadap PO, bukan surat jalan saja
Surat jalan menyatakan apa yang dikirim; PO menyatakan apa yang dipesan dan harganya.
- Hitung fisik per item
Terutama untuk barang bernilai tinggi. "Sepertinya lengkap" adalah awal selisih.
- Periksa kondisi dan kedaluwarsa
Barang rusak atau berumur pendek ditolak saat itu juga, bukan dipulangkan seminggu kemudian.
- Catat penerimaan apa adanya
Kalau datang 40 dari 48, catat 40 — bukan 48 dengan niat "sisanya menyusul".
Penerimaan parsial dan kenapa harus jujur
Mencatat kiriman penuh padahal barangnya kurang menciptakan stok hantu: sistem menyatakan ada, rak menyatakan tidak. Selisihnya baru muncul saat stock opname dan hampir selalu salah dituduhkan pada kasir. Penerimaan parsial yang tercatat benar membuat sisa pesanan tetap terlacak ke supplier.
Contoh: penerimaan parsial
PO-0231 memesan 48 Aqua 600 ml. Datang 40 pcs — dicatat 40, sisa 8 tetap tercatat sebagai belum diterima.
Saat sisanya dikirim tiga hari kemudian, penerimaan kedua menutup PO. Stok akurat sepanjang waktu, dan riwayat menunjukkan supplier ini pernah mengirim sebagian.
Efek ke harga beli dan HPP
Penerimaan mencatat harga perolehan, yang memperbarui harga beli rata-rata barang tersebut. Dari sanalah HPP tiap penjualan dihitung — sehingga kenaikan harga supplier langsung terlihat pada margin, bukan tersembunyi sampai tutup buku.
Di Aksylo
Aksylo mencatat penerimaan barang atas purchase order, termasuk penerimaan sebagian, dan setiap penerimaan menjadi pergerakan masuk di ledger stok beserta harga belinya.