Aksylo Docs

Pembayaran · Dokumentasi

Mengelola Pembayaran Tunai

Pembayaran tunai tidak memungut biaya apa pun, tetapi menuntut disiplin: modal kembalian harus cukup dan berpecahan tepat, uang di laci harus dicocokkan setiap tutup shift, dan selisih harus dicatat apa adanya agar polanya bisa dibaca. Sebagian besar selisih kas bukan pencurian melainkan kesalahan hitung di jam ramai — dan keduanya hanya bisa dibedakan kalau pencocokan berjalan rutin.

Diperbarui 18 Agustus 2026 · 2 menit baca

Di halaman ini

Menyiapkan modal kembalian

Kehabisan pecahan kecil memperlambat antrean sama parahnya dengan printer rusak. Besaran modal awal ditentukan dari pola transaksi: makin banyak transaksi tunai bernilai kecil, makin banyak pecahan yang dibutuhkan. Tinjau ulang saat proporsi non-tunai berubah — datanya ada di laporan metode pembayaran.

Contoh: komposisi modal awal warung

Total Rp 500.000 — Rp 2.000 × 25 lembar (Rp 50 ribu) · Rp 5.000 × 30 lembar (Rp 150 ribu) · Rp 10.000 × 20 lembar (Rp 200 ribu) · Rp 20.000 × 5 lembar (Rp 100 ribu).

Komposisi lebih penting daripada totalnya: Rp 500 ribu dalam pecahan Rp 100.000 sama saja dengan tidak punya kembalian.

Mengurangi risiko selisih

  • Satu shift, satu penanggung jawab laci — dua orang berbagi laci membuat selisih mustahil ditelusuri.
  • Sebutkan uang yang diterima dengan suara sebelum memasukkannya ke laci; kebiasaan kecil ini mencegah sengketa kembalian.
  • Setor sebagian ke brankas saat kas menumpuk di jam ramai, jangan menunggu tutup.
  • Catat pengeluaran dari laci (beli galon, parkir) sebagai biaya, bukan dibiarkan menjadi selisih.

Cocok kas tiap tutup shift

Rumusnya sederhana: modal awal + penjualan tunai − pengeluaran dari laci = uang fisik yang seharusnya ada. Hitung fisiknya lebih dulu, baru bandingkan dengan sistem — persis prinsip stock opname, agar hitungan tidak "disesuaikan" dengan angka yang sudah diketahui. Langkah lengkapnya ada di alur kerja kasir.

Membaca pola selisih

  • Selisih acak kecil (±Rp 5–10 ribu) → kesalahan hitung; perbaiki dengan pecahan yang lebih siap.
  • Selisih selalu minus di shift yang sama → butuh perhatian dan penelusuran.
  • Selisih besar mendadak → cek transaksi yang dibatalkan dan retur di hari itu, seperti dibahas di retur penjualan.

Di Aksylo

Aksylo mencatat setiap transaksi tunai beserta kasir yang melayaninya, sehingga rekap penjualan tunai per hari tersedia untuk dicocokkan dengan uang fisik tanpa menghitung ulang struk.