Aksylo Docs

Retail · Dokumentasi

Kasir untuk Toko Bangunan

Toko bangunan menuntut kasir yang menangani satuan curah dan pembelian dalam jumlah besar. Pasir dijual per kubik, kabel per meter, semen per sak — dan pembeli borongan mengharapkan harga berbeda dari pembeli eceran. Di atas itu, nilai stok per barang jauh lebih besar daripada retail biasa, sehingga selisih beberapa unit saja sudah berarti angka yang signifikan.

Diperbarui 19 Agustus 2026 · 1 menit baca

Di halaman ini

Satuan yang tidak bulat

Kabel 7,5 meter, cat 2,5 liter, besi dipotong sesuai permintaan. Kasir yang hanya menerima bilangan bulat memaksa pembulatan, dan pembulatan yang terjadi puluhan kali sehari menjadi selisih stok yang tidak bisa dijelaskan saat opname.

Harga eceran dan borongan

PembeliYang diharapkanRisiko kalau tidak diatur
EceranHarga rak
Tukang langgananSedikit lebih murahKasir memberi potongan sendiri-sendiri
Borongan proyekHarga jauh lebih rendahMargin habis tanpa disadari

Baris kedua yang paling sering menjadi masalah, karena potongannya kecil dan diberikan tanpa dicatat. Menetapkannya sebagai diskon yang tercatat menjaga margin tetap terbaca; membiarkannya sebagai kebijakan kasir tidak.

Contoh: nilai stok yang besar

Toko bangunan menyimpan 400 sak semen seharga Rp62.000 → Rp24.800.000 pada satu barang saja.

Selisih 12 sak saat opname = Rp744.000, dari satu jenis barang.

Di minimarket, selisih 12 unit biasanya berarti puluhan ribu rupiah. Di sini, ketelitian pencatatan bernilai jauh lebih besar per kesalahan.

Yang perlu diperhatikan

  • Barang berat sering dihitung ulang lebih jarang — jadwalkan opname parsial khusus untuknya.
  • Susut nyata dari pecah dan tumpah, terutama semen dan keramik.
  • Barang yang dipotong menyisakan sisa yang tetap punya nilai.
  • Selisih kecil bernilai besar — jadwalkan opname lebih sering untuk barang mahal.