Aksylo Docs

Glosarium

Apa itu Purchase Order (PO)?

Purchase order (PO) adalah dokumen pemesanan resmi dari bisnis ke supplier yang mencatat barang apa, berapa banyak, dan dengan harga berapa yang disepakati — dibuat sebelum barang dikirim. PO menjadi acuan saat barang datang: penerimaan dicocokkan terhadap PO, sehingga kekurangan kiriman atau harga yang berubah sepihak ketahuan saat itu juga, bukan berbulan-bulan kemudian.

Diperbarui 18 Agustus 2026 · 1 menit baca

Di halaman ini

Isi sebuah PO

  • Nomor PO dan tanggal — kunci penelusuran saat barang datang.
  • Supplier yang dituju beserta kontaknya.
  • Daftar barang: nama, SKU, jumlah, harga satuan yang disepakati.
  • Total nilai pesanan dan syarat (tanggal kirim, tempo bayar).

Contoh isi PO minimarket

PO-0231 · 12 Agustus · Supplier: CV Sumber Rejeki

MIN-AQA-600 Aqua 600ml — 48 pcs @ Rp 3.200 = Rp 153.600

SMB-BRS-5 Beras 5kg — 20 sak @ Rp 62.000 = Rp 1.240.000

Total Rp 1.393.600 · kirim 14 Agustus · tempo 14 hari

Bedanya dengan invoice dan surat jalan

DokumenDibuat olehKapanIsi utama
Purchase orderPembeli (bisnismu)Sebelum kirimApa yang dipesan
Surat jalanSupplierSaat kirimApa yang dikirim
InvoiceSupplierSaat menagihApa yang harus dibayar

Ketiganya idealnya cocok. Ketidakcocokan antara PO dan surat jalan berarti kiriman kurang; antara PO dan invoice berarti harga berubah. Keduanya jauh lebih mudah dinegosiasikan saat barang masih di depan mata — itulah nilai praktis PO, dan alasan penerimaan barang selalu dicocokkan terhadapnya.

Kenapa penting

  • Melindungi dari kenaikan harga sepihak antara pemesanan dan pengiriman.
  • Membuat penerimaan parsial tercatat rapi, bukan "sisanya menyusul" tanpa jejak.
  • Menjadi riwayat harga per supplier untuk negosiasi berikutnya — lihat manajemen supplier.

Di Aksylo

Di Aksylo Retail, purchase order dibuat per supplier dan penerimaan barang dicocokkan terhadapnya, termasuk penerimaan sebagian, sehingga selisih kiriman langsung terlihat.