Glosarium
Apa itu Purchase Order (PO)?
Purchase order (PO) adalah dokumen pemesanan resmi dari bisnis ke supplier yang mencatat barang apa, berapa banyak, dan dengan harga berapa yang disepakati — dibuat sebelum barang dikirim. PO menjadi acuan saat barang datang: penerimaan dicocokkan terhadap PO, sehingga kekurangan kiriman atau harga yang berubah sepihak ketahuan saat itu juga, bukan berbulan-bulan kemudian.
Di halaman ini
Isi sebuah PO
- Nomor PO dan tanggal — kunci penelusuran saat barang datang.
- Supplier yang dituju beserta kontaknya.
- Daftar barang: nama, SKU, jumlah, harga satuan yang disepakati.
- Total nilai pesanan dan syarat (tanggal kirim, tempo bayar).
Contoh isi PO minimarket
PO-0231 · 12 Agustus · Supplier: CV Sumber Rejeki
MIN-AQA-600 Aqua 600ml — 48 pcs @ Rp 3.200 = Rp 153.600
SMB-BRS-5 Beras 5kg — 20 sak @ Rp 62.000 = Rp 1.240.000
Total Rp 1.393.600 · kirim 14 Agustus · tempo 14 hari
Bedanya dengan invoice dan surat jalan
| Dokumen | Dibuat oleh | Kapan | Isi utama |
|---|---|---|---|
| Purchase order | Pembeli (bisnismu) | Sebelum kirim | Apa yang dipesan |
| Surat jalan | Supplier | Saat kirim | Apa yang dikirim |
| Invoice | Supplier | Saat menagih | Apa yang harus dibayar |
Ketiganya idealnya cocok. Ketidakcocokan antara PO dan surat jalan berarti kiriman kurang; antara PO dan invoice berarti harga berubah. Keduanya jauh lebih mudah dinegosiasikan saat barang masih di depan mata — itulah nilai praktis PO, dan alasan penerimaan barang selalu dicocokkan terhadapnya.
Kenapa penting
- Melindungi dari kenaikan harga sepihak antara pemesanan dan pengiriman.
- Membuat penerimaan parsial tercatat rapi, bukan "sisanya menyusul" tanpa jejak.
- Menjadi riwayat harga per supplier untuk negosiasi berikutnya — lihat manajemen supplier.
Di Aksylo
Di Aksylo Retail, purchase order dibuat per supplier dan penerimaan barang dicocokkan terhadapnya, termasuk penerimaan sebagian, sehingga selisih kiriman langsung terlihat.