F&B · Dokumentasi
Pesan Online untuk Bisnis F&B
Pesan online untuk F&B berarti pelanggan memesan dari halaman toko digital tanpa datang atau menelepon. Alurnya: pelanggan membuka link toko, memilih menu, mengirim pesanan; pesanan masuk real-time ke POS untuk dikonfirmasi; pembayaran diselesaikan lewat QRIS; lalu pesanan diproses seperti takeaway biasa. Berbeda dari aggregator, halaman toko sendiri tidak memotong komisi per transaksi.
Di halaman ini
Alur pesanan online
Yang membuat alur ini bekerja adalah kecepatan konfirmasi. Pesanan online datang tanpa pelanggan di depan mata, jadi setiap menit tanpa jawaban terasa lama bagi pemesan. Perlakukan pesanan online seperti pelanggan yang berdiri di kasir — masuk ke antrean yang sama seperti dijelaskan di tipe pesanan.
Halaman toko sendiri vs aggregator
| Aspek | Halaman toko sendiri | Aggregator (platform pihak ketiga) |
|---|---|---|
| Komisi per transaksi | Tidak ada | Umumnya belasan sampai puluhan persen |
| Sumber pelanggan | Pelanggan yang sudah kenal tokomu | Pengunjung baru dari platform |
| Data pelanggan | Milik bisnismu | Milik platform |
| Harga menu | Sama dengan harga di toko | Sering dinaikkan untuk menutup komisi |
Keduanya bukan saling meniadakan: aggregator mendatangkan pelanggan baru, halaman sendiri melayani pelanggan setia dengan margin penuh. Yang keliru adalah hanya punya aggregator — pelanggan yang sebenarnya sudah loyal tetap dibebani komisi setiap kali memesan.
Menyiapkan toko online yang rapi
- Tampilkan hanya menu yang benar-benar siap dibuat; status habis harus mengikuti kondisi dapur — lihat manajemen menu.
- Pasang foto untuk menu terlaris; menu tanpa foto hampir selalu kalah di halaman online.
- Sebutkan estimasi waktu siap agar pelanggan datang di waktu yang tepat.
- Taruh link di bio Instagram dan balasan otomatis WhatsApp — dua tempat pelanggan mencari.
Contoh: hitungan komisi
Kafe dengan 250 pesanan online/bulan, rata-rata Rp 45.000 → Rp 11,25 juta. Lewat aggregator berkomisi 20%, Rp 2,25 juta hilang per bulan. Memindahkan separuh pesanan (pelanggan berulang) ke halaman toko sendiri menghemat ±Rp 1,1 juta/bulan tanpa menaikkan harga.
Bukan berarti aggregator harus ditinggalkan — pesanan yang dibawanya sering tidak akan pernah datang sendiri. Yang perlu diketahui adalah sisa dari tiap channel: lihat laba per channel dan pengaturan komisinya.
Di Aksylo
Aksylo menyediakan halaman toko online per bisnis untuk pesanan takeaway; pesanan masuk real-time ke POS untuk dikonfirmasi, dan pembayaran diselesaikan dengan QRIS statis tanpa biaya gateway.
Untuk penjualan lewat aggregator, jalur integrasi marketplace sudah dibangun — status dan cara kerjanya dijelaskan di halaman itu.