Glosarium
Apa itu Modal Kerja?
Modal kerja adalah uang yang dibutuhkan untuk menjalankan operasional sehari-hari: membeli stok, membayar gaji, dan menutup biaya sebelum penjualan masuk. Dihitung sebagai aset lancar dikurangi kewajiban jangka pendek. Yang membuatnya sering kurang bukan kerugian, melainkan waktu — stok dibeli lebih dulu, penjualannya menyusul kemudian, dan jarak antara keduanya harus ditutup dengan uang.
Di halaman ini
Cara menghitungnya
Modal kerja = kas + nilai stok + piutang − utang jangka pendek. Untuk toko kecil, tiga dari empat komponen itu biasanya sederhana; yang sering terlewat adalah utang supplier yang belum jatuh tempo tetapi tetap kewajiban.
Contoh: minimarket
Kas Rp22.000.000 + stok Rp68.000.000 + piutang Rp0 = Rp90.000.000.
Utang supplier Rp31.000.000. Modal kerja = Rp59.000.000.
Kalau belanja bulanan Rp40.000.000, modal kerja itu menutup sekitar satu setengah siklus — cukup, tapi tanpa ruang untuk kejutan.
Kenapa bisa kurang meski untung
- Stok tumbuh lebih cepat daripada penjualan, mengunci uang di rak.
- Utang supplier jatuh tempo lebih cepat daripada barangnya terjual.
- Pengambilan pemilik melebihi laba yang benar-benar tersedia.
- Ekspansi cabang mengambil kas yang seharusnya untuk operasional — lihat satu outlet vs banyak outlet.
Berapa yang cukup
Angka ini dibaca bersama arus kas. Untuk toko dan kafe, modal kerja yang menutup satu siklus pembelian penuh ditambah biaya tetap satu bulan adalah batas nyaman minimum. Di bawah itu, satu kiriman yang terlambat atau satu bulan sepi cukup untuk membuat pembayaran supplier tertunda.