Retail · Panduan
Membuat Barcode dan Mencetak Labelnya Sendiri
Produk tanpa barcode pabrik bisa diberi barcode sendiri, lalu labelnya dicetak dari halaman Cetak Label. Kodenya dibuat dalam bentuk EAN-13 memakai awalan yang memang disediakan standar untuk pemakaian terbatas di dalam satu toko, sehingga tidak pernah bertabrakan dengan kode produk orang lain. Labelnya bisa dicetak sebagai lembar A4 di printer biasa, atau dikirim ke printer label thermal dalam ukuran milimeter yang sebenarnya.
Di halaman ini
Barang yang tidak punya barcode pabrik
Sebagian besar barang di rak minimarket sudah membawa barcode dari pabriknya. Yang tidak: kue buatan sendiri, pakaian jahitan, kiloan yang dibungkus ulang, dan hampir semua barang dari pemasok kecil. Untuk barang-barang itu kasir mengetik nama, dan mengetik nama pada jam ramai adalah tempat salah pilih barang paling sering terjadi.
Perbedaan barcode dan kode internal dibahas terpisah di SKU dibanding barcode; yang penting di sini, keduanya bukan hal yang sama dan barang bisa punya dua-duanya.
Awalan mana yang dipakai, dan kenapa itu penting
Godaannya adalah memakai awalan resmi Indonesia supaya kodenya "terlihat sah". Itu tidak boleh: ruang itu berisi nomor perusahaan yang dibayar perusahaan lain, dan mengarang kode di dalamnya berarti mencetak nomor yang sudah atau akan dimiliki produk orang lain. Yang menemukannya bukan pedagangnya, melainkan distributor yang memindai barangnya dan mendapat nama barang yang sama sekali lain.
Standarnya sudah menyediakan jalan yang benar: sebuah awalan yang memang disisihkan untuk kode yang dipakai TERBATAS di dalam satu toko dan tidak pernah keluar darinya — persis stiker rak. Kode seperti itu sah dimiliki siapa pun, tetap terbaca setiap pemindai ritel, dan tidak pernah bertabrakan dengan katalog global.
Kode buatan sendiri untuk dipakai di dalam toko. Kalau suatu saat barangnya dititipkan ke jaringan ritel lain, yang dipakai harus kode resmi yang dibeli sendiri — bukan yang dibuat di sini.
Dari kode ke stiker
- Buatkan kodenya
Pilih barang yang barcodenya masih kosong, lalu minta dibuatkan. Nomornya urut per toko sehingga dua barang tidak pernah mendapat kode yang sama, bahkan kalau dibuatkan pada saat yang bersamaan dari dua perangkat.
- Pilih ukuran stikernya
Ukuran umum tersedia dari 30×20 mm sampai 60×40 mm, dan ukuran bebas juga bisa. Yang menentukan bukan selera melainkan stiker yang benar-benar kamu beli.
- Cetak
Untuk printer biasa, stikernya disusun menjadi lembar A4 dengan margin dan jarak antarstiker yang tetap. Untuk printer label thermal, perintahnya dikirim langsung dalam bahasa printer itu.
Sebuah toko roti menyiapkan rak barunya
Empat belas jenis roti dibuat sendiri dan tidak satu pun punya barcode pabrik.
Pemiliknya membuatkan kode untuk keempat belasnya sekaligus, memilih ukuran 50×30 mm sesuai stiker yang sudah dibeli, dan mencetaknya sebagai lembar A4.
Jumlah stiker per lembar tidak ditebak: ia dihitung dari lebar kertas dikurangi margin, dibagi lebar stiker ditambah jaraknya — jadi ukuran stiker yang berbeda menghasilkan susunan yang berbeda pula, tanpa ada yang terpotong di tepi.
Sejak hari itu kasir memindai, dan harga yang berlaku muncul dari katalog alih-alih diingat.
Printer label thermal
- Dua bahasa printer didukung, dan hampir semua printer label memakai salah satunya. Pilih yang sesuai dengan merek printermu, lalu berkas perintahnya bisa diunduh atau dikirim langsung dari ponsel.
- Ukurannya milimeter sungguhan. Yang tampil di layar bukan sumber kebenarannya — ukuran fisik stiker yang menentukan, sehingga hasil cetaknya sama di layar mana pun.
- Garis barcode punya lebar minimum. Stiker yang terlalu kecil untuk sebuah kode akan ditolak alih-alih dicetak menjadi garis yang tidak terbaca pemindai.
- Setelah barangnya punya kode, stok akhirnya bisa dihitung dengan benar — dan itulah bahan yang dibaca Intelligence untuk menemukan barang yang diam terlalu lama.
Untuk katalog yang barangnya diunggah sekaligus, urutan yang paling sedikit kerjanya adalah impor massal lebih dulu, baru pembuatan kode dan pencetakan label — bukan sebaliknya. Konsep barcode sendiri diuraikan di halaman barcode.
Pertanyaan umum
Apakah kode buatan sendiri bisa dipindai pemindai biasa?
Bisa. Bentuknya EAN-13 seperti barcode pabrik, jadi setiap pemindai ritel membacanya tanpa pengaturan tambahan.
Kalau saya cetak ulang, apakah kodenya berubah?
Tidak. Kode menempel pada barangnya dan hanya dibuat sekali; mencetak ulang hanya mencetak stiker baru untuk kode yang sama.
Berapa stiker yang muat dalam satu lembar A4?
Tergantung ukuran stikernya, dan dihitung sendiri oleh halamannya. Ukuran yang lebih kecil memberi lebih banyak kolom dan baris.