Aksylo Docs

Glosarium

Apa itu Laba Kotor?

Laba kotor adalah omzet dikurangi harga pokok penjualan — sisa uang setelah biaya langsung barang atau bahan, tetapi sebelum biaya operasional seperti sewa dan gaji. Ia menjawab satu pertanyaan spesifik: apakah harga jualmu cukup jauh di atas modalnya. Laba kotor yang tipis tidak bisa diperbaiki dengan berjualan lebih banyak, karena setiap penjualan tambahan ikut membawa masalah yang sama.

Diperbarui 18 Agustus 2026 · 1 menit baca

Di halaman ini

Rumus dan contohnya

Laba kotor = omzet − HPP. Dinyatakan dalam persen, ia menjadi margin kotor: laba kotor dibagi omzet. Persentase inilah yang layak dipantau, karena rupiahnya ikut naik-turun bersama volume penjualan.

Contoh: minimarket satu bulan

Omzet Rp 150.000.000 · HPP Rp 118.500.000 → laba kotor Rp 31.500.000, margin kotor 21%.

Kalau bulan berikutnya margin turun ke 17% dengan omzet sama, ada Rp 6 juta yang hilang — biasanya karena harga beli naik tanpa penyesuaian harga jual, atau barang hilang yang tidak tercatat.

Margin kotor yang wajar

Jenis usahaKisaran margin kotor umum
Minimarket / sembako15–25%
Toko fashion40–60%
Kafe & kedai minuman60–75%
Restoran menu utama55–70%

Angka ini titik awal, bukan target. Yang lebih penting adalah arah: margin yang stabil lalu menurun beberapa bulan berturut-turut menandakan masalah harga atau kebocoran stok, apa pun kisaran industrinya.

Laba kotor vs laba bersih

  • Laba kotor sehat + laba bersih minus → masalahnya di biaya operasional atau skala, bukan harga jual.
  • Laba kotor tipis → masalahnya di harga jual atau harga beli; menambah omzet tidak akan menolong.
  • Keduanya dibaca berurutan dalam laporan laba.

Di Aksylo

Aksylo menghitung HPP tiap transaksi dari harga beli varian atau resep, sehingga laba kotor dan margin kotor tersedia di laporan tanpa perhitungan manual.