Inventory · Dokumentasi
Mengelola Barang Kedaluwarsa
Mengelola barang kedaluwarsa bertumpu pada satu aturan: yang lebih dulu masuk, lebih dulu keluar. Barang baru diletakkan di belakang, bukan di depan. Di atas itu diperlukan pemeriksaan berkala untuk menemukan barang yang mendekati tanggal, dan keputusan lebih awal — diskon dua minggu sebelum kedaluwarsa mengembalikan sebagian uang, sementara membuangnya di hari terakhir tidak mengembalikan apa pun.
Di halaman ini
Aturan rak
- Barang baru ke belakang
Terdengar sepele, dan hampir selalu dilanggar saat sedang buru-buru.
- Tandai tanggal terima
Kalau tanggal kedaluwarsa sulit dibaca, tanggal terima sudah cukup untuk mengurutkan.
- Periksa mingguan untuk barang cepat rusak
Bulanan untuk yang tahan lama. Di apotek pemeriksaan ini wajib, bukan pilihan.
- Putuskan lebih awal
Diskon saat masih laku, bukan saat sudah tidak bisa dijual.
Menghitung kerugiannya
Barang yang dibuang adalah susut persediaan, dan harus dicatat sebagai penyesuaian stok — bukan dibiarkan hilang diam-diam. Kalau tidak dicatat, ia akan muncul sebagai selisih saat stock opname, dan pada saat itu penyebabnya sudah tidak bisa ditelusuri. Bedanya kedua alat itu dibahas di stock opname vs penyesuaian stok.
Contoh: susu segar di kedai kopi
Beli 40 liter seminggu, terpakai rata-rata 34 liter. Enam liter dibuang tiap minggu.
Setahun: 312 liter × Rp18.000 = Rp5.616.000 yang tidak pernah muncul di laporan mana pun.
Membeli 36 liter dengan pengiriman dua kali seminggu menghilangkan sebagian besar susut itu, dengan biaya sedikit lebih repot.
Kapan diskon lebih baik daripada menahan
- Barang bertanggal yang tersisa lebih dari kebutuhan dua minggu.
- Barang musiman setelah musimnya lewat.
- Barang yang perputarannya melambat tiga bulan berturut-turut.
Di Aksylo
Penyesuaian stok di Aksylo mencatat alasan dan jumlahnya, sehingga barang yang dibuang tetap terlihat sebagai biaya nyata alih-alih menjadi selisih tanpa penjelasan.