Aksylo Docs

Inventory · Konsep

COGS / HPP: Harga Pokok Penjualan

COGS (Cost of Goods Sold) atau HPP (Harga Pokok Penjualan) adalah biaya langsung dari produk yang terjual: harga beli barang di retail, atau biaya bahan sesuai resep di F&B. HPP tidak termasuk biaya operasional seperti sewa dan gaji. Rumus dasarnya: laba kotor = omzet − HPP; karena itu HPP yang akurat adalah syarat mengetahui laba yang sebenarnya.

Diperbarui 18 Agustus 2026 · 1 menit baca

Di halaman ini

Apa yang masuk HPP, apa yang tidak

Masuk HPPBukan HPP (biaya operasional)
Harga beli barang yang terjualSewa tempat
Bahan baku sesuai resepGaji staf
Kemasan yang melekat pada produkListrik, air, internet
Pemasaran dan promosi

Garis pemisahnya: HPP hanya bertambah kalau ada yang terjual. Sewa harus dibayar meski toko sepi; harga beli barang baru menjadi biaya saat barangnya benar-benar terjual. Pemisahan ini yang membuat laporan bisa membedakan laba kotor dari laba bersih.

HPP di retail vs di F&B

  • Retail — HPP per produk = harga beli varian itu. Terjual 3 Aqua 600 ml dengan harga beli Rp 3.200 → HPP Rp 9.600.
  • F&B — HPP per menu = jumlah biaya bahan sesuai resep, memakai harga rata-rata bahan. Inilah yang di dunia F&B disebut food cost.

Contoh: laba kotor sebulan

Omzet Agustus: Rp 90.000.000 · HPP barang terjual: Rp 58.500.000 (65%).

Laba kotor = Rp 31.500.000 (margin kotor 35%). Setelah biaya operasional Rp 22.000.000, laba bersih Rp 9.500.000.

Kenapa HPP sering salah hitung

  • Harga beli berubah-ubah tetapi HPP dihitung dari harga lama.
  • Barang hilang/rusak tidak tercatat, sehingga HPP terlihat lebih rendah dari kenyataan — lihat penyusutan stok.
  • F&B tanpa resep tertulis: HPP ditebak per menu, bukan dihitung.

Di Aksylo

Aksylo menghitung HPP otomatis: dari harga beli varian di retail, dan dari resep dengan harga rata-rata bahan di F&B. Laporan menampilkan omzet, HPP, laba kotor, dan — dengan pencatatan biaya — laba bersih.