Inventory · Panduan
Merencanakan Pembelian Stok
Perencanaan pembelian menjawab dua hal terpisah: kapan memesan, dan berapa banyak. Kapan ditentukan titik pemesanan ulang; berapa ditentukan oleh minimum supplier, ruang simpan, dan kas yang tersedia. Godaan terbesar adalah diskon jumlah besar, yang menukar potongan harga beberapa persen dengan modal yang tertahan berbulan-bulan — pertukaran yang hampir selalu merugikan toko kecil.
Di halaman ini
Dua pertanyaan yang sering dicampur
| Pertanyaan | Ditentukan oleh |
|---|---|
| Kapan memesan? | Titik pemesanan ulang |
| Berapa memesan? | Minimum supplier, ruang simpan, kas tersedia |
Mencampur keduanya menghasilkan pola belanja yang paling umum di toko kecil: memesan banyak karena sedang ada uang, lalu tidak memesan sama sekali karena uangnya sudah habis di rak.
Menilai tawaran diskon jumlah
Contoh: diskon 6% untuk tiga bulan stok
Kebutuhan normal sebulan Rp12.000.000. Supplier menawarkan diskon 6% untuk pembelian Rp36.000.000.
Hemat: Rp2.160.000. Modal tambahan tertahan: Rp24.000.000 selama rata-rata dua bulan.
Kalau uang itu dibutuhkan untuk sewa atau tagihan supplier lain bulan depan, diskon Rp2 juta itu dibayar dengan kesulitan kas yang jauh lebih mahal.
Urutan yang menjaga kas
- Lihat kas tersedia dan kewajiban yang jatuh tempo bulan ini.
- Daftarkan barang yang sudah menyentuh titik pemesanan.
- Urutkan berdasarkan perputaran, bukan berdasarkan diskon.
- Belanjakan sampai batas kas yang disisihkan, lalu berhenti — sisanya menunggu siklus berikutnya.
Langkah terakhir yang paling sulit dijalankan dan paling berpengaruh. Batas belanja yang ditetapkan sebelum melihat katalog supplier jauh lebih mudah dipatuhi daripada batas yang dipikirkan saat sedang memilih barang.
Di Aksylo
Aksylo mencatat pesanan pembelian dan penerimaan barang secara terpisah, sehingga barang yang sudah dipesan tapi belum datang tidak dihitung dua kali saat merencanakan pembelian berikutnya.