Aksylo Docs

Point of Sale · Dokumentasi

Layar Pelanggan: Pembeli Melihat Pesanannya Sendiri

Layar Pelanggan adalah layar kedua yang menghadap pembeli dan menampilkan pesanan yang sedang diketik kasir beserta totalnya, lalu QRIS outlet saat waktunya membayar. Ia dipasangkan lewat kode enam angka yang berlaku lima menit atau dengan memindai QR-nya, dan perangkatnya cukup tablet atau monitor bekas yang bisa membuka peramban. Setiap nominal di layar itu dihitung ulang oleh server dari harga katalog, bukan disalin dari kasir; dan pembayaran QRIS statis selalu dikonfirmasi manusia — pembeli yang menekan sudah bayar hanya melapor, kasir yang menutup transaksinya.

Diperbarui 18 September 2026 · 3 menit baca

Di halaman ini

Kenapa layar yang menghadap pembeli

Selisih yang paling sering jadi ribut di kasir bukan selisih besar — ia selisih satu item yang salah dengar, atau harga promo yang pembelinya kira masih berlaku. Keduanya ketahuan lebih awal kalau yang bersangkutan bisa membaca pesanannya saat sedang diketik, bukan sesudah struk keluar.

Perangkatnya tidak perlu khusus: tablet bekas, monitor lama dengan mini PC, atau TV kecil yang bisa membuka peramban. Yang dibutuhkan cuma peramban dan koneksi — perangkat kasirnya sendiri dibahas terpisah di metode pembayaran.

Memasangnya

  1. Buat kode pemasangan

    Dari pengaturan Layar Pelanggan. Enam angka, berlaku lima menit, dan lima kali salah ketik mematikan sesinya — enam angka berarti sejuta kemungkinan, dan tanpa batas itu sebuah skrip menemukannya dalam hitungan menit.

  2. Buka alamat layarnya di perangkat itu

    Lalu ketik kodenya — atau pindai QR yang muncul di panel pengaturan, memakai kamera perangkat itu. Keduanya memakai sesi yang sama, jadi yang terpakai lebih dulu mematikan yang lain. Sesudah tersambung, perangkat itu ingat sendiri dan tidak perlu dipasangkan ulang tiap pagi.

  3. Simpan ke layar utama

    Dari alamatnya sendiri, peramban menawarkan memasangnya sebagai aplikasi tersendiri: ikon dan namanya sendiri, tanpa bilah alamat. Ini yang membuat layarnya kembali ke tempat yang benar sesudah mati lampu — sebuah tab yang dibuka manual akan membuka apa pun yang terakhir dilihat perangkat itu, sering kali halaman masuk.

  4. Pasang QRIS outletnya

    Ini menentukan rekening tujuan setiap pembayaran berikutnya di layar tersebut — sebabnya pengaturan ini hanya terbuka untuk pemilik, tidak untuk kasir.

Alamat layarnya tidak menyebut nama toko. Kalau ia menyebutnya, setiap orang yang membaca bilah alamat layar itu tahu siapa pemakainya — dan identitas toko memang tidak perlu diumumkan ke ruang tunggu. Ia datang sesudah pemasangan, lewat token perangkatnya.

Siapa yang menghitung angkanya

Server, dari harga katalog — bukan kasir. Ini terdengar seperti detail teknis tapi akibatnya langsung ke uang: keranjang di aplikasi kasir hidup di peramban, dan angka yang datang dari sana bisa diubah siapa pun yang membuka devtools. Kalau layar mempercayainya begitu saja, sebuah pesanan Rp500.000 bisa ditampilkan Rp5.000 kepada pembeli yang kemudian membayar sejumlah itu — dan yang menanggung selisihnya pemilik toko.

Siapa yang memutuskan pembayaran sudah masuk

Kasir, selalu. QRIS yang dipakai di sini QRIS statis: nominalnya diketik sendiri oleh pembeli di aplikasi pembayarannya, dan tidak ada webhook yang memberi tahu Aksylo bahwa uangnya sampai. Tombol *sudah bayar* di layar pelanggan adalah laporan, bukan konfirmasi — ia memunculkan peringatan di kasir, dan kasir yang menutup transaksinya sesudah melihat dana masuk di aplikasi merchant.

Urutan ini yang menutup modus tangkapan layar palsu: pembeli menunjukkan bukti transaksi lama atau yang diedit, lalu pergi membawa pesanan. Selama kasir menunggu notifikasi di sisi usaha dan bukan sekadar melihat layar pembeli, modus itu berhenti di kasir. Selengkapnya di QRIS untuk usaha.

Yang tidak pernah sampai ke layar itu

Layar ini menghadap ruang publik: siapa pun yang berdiri di depan kasir bisa membacanya, memotretnya, dan membawanya pulang. Jadi yang dikirim ke sana hanya yang memang ditujukan untuk dibaca pembeli.

Tampil di layarTidak pernah dikirim
Nama barang, jumlah, varianHarga pokok dan margin
Total, diskon, pajak, layananSisa stok
QRIS outlet dan nama merchantNama kasir yang melayani
Nomor pesanan yang dibacakanCatatan dapur
Sapaan dan promo saat diamNomor telepon pelanggan sebelumnya

Satu transaksi, dari dua sisi

Kasir mengetik dua kopi dan satu roti. Di layar seberang, pembelinya membaca baris yang sama muncul satu per satu — dan menyela di baris kedua: rotinya yang cokelat, bukan yang keju. Diperbaiki sebelum dibuat, bukan sesudah.

Totalnya Rp63.000. Kasir menekan tampilkan QRIS; pembeli memindai dan mengetik nominalnya sendiri.

Pembeli menekan sudah bayar. Peringatan muncul di kasir — bukan tanda transaksi selesai, melainkan permintaan untuk memeriksa.

Kasir membuka aplikasi merchant-nya, melihat Rp63.000 masuk, lalu menekan konfirmasi. Barulah transaksinya tertutup, dan layarnya kembali ke tampilan diam.

Kalau QRIS-nya belum dipasang

Layarnya mengatakan apa adanya bahwa QRIS belum diatur, alih-alih menampilkan kotak kosong. Cara memasang QRIS outlet ada di QRIS untuk usaha. Sebuah kotak kosong membuat pembeli berdiri menunggu sesuatu yang tidak akan pernah muncul, dan kasir yang harus menjelaskannya.