Aksylo Docs

Point of Sale · Panduan

Layar Dapur Terpisah: Satu Tombol Siap dari Dapur

Layar Dapur terpisah adalah perangkat yang berdiri di dapur dan menampilkan tiket hari ini untuk satu outlet, dengan satu tombol untuk menandai masakan siap. Ia dipasangkan sekali lewat kode enam angka atau QR, lalu ditinggal menyala — tidak menuntut siapa pun masuk, dan tidak memegang akun siapa pun. Yang sampai ke sana hanya yang dibutuhkan untuk memasak: nama pelanggan, isi pesanan, catatan, dan nomor meja. Harga dan total tidak pernah sampai, dan layar itu tidak bisa menandai pesanan sudah diambil.

Diperbarui 18 September 2026 · 4 menit baca

Di halaman ini

Kenapa dapur perlu layarnya sendiri

Dapur yang berada di ruangan lain punya masalah yang sama setiap hari, dan biayanya kecil tapi terus berulang: masakan sudah selesai, tapi yang tahu cuma orang yang memasaknya. Ia berjalan ke depan, atau berteriak, atau menunggu kasir lewat. Tiga-tiganya memakan waktu di saat paling sibuk, dan yang menunggu adalah pembeli yang makanannya sudah dingin di meja pass.

Selama tiket dapur hanya dicetak, arah informasinya cuma satu — dari kasir ke dapur. Layar mengubahnya jadi dua arah tanpa menambah satu orang pun: dapur bisa menjawab sudah siap dari tempatnya berdiri. Alur tiketnya sendiri dijelaskan terpisah di alur pesanan dapur; halaman ini tentang perangkat yang menjalankannya.

Ini berbeda dari tab dapur di dalam aplikasi kasir. Tab itu menuntut seseorang yang sudah masuk, jadi ia cocok untuk dapur yang berdiri satu meja dari kasir. Perangkat terpisah tidak memegang akun siapa pun — ia dipasangkan sekali lalu ditinggal menyala berbulan-bulan, dan itulah yang membuatnya aman digantung di dinding dapur.

Memasangnya

  1. Beri nama dapurnya

    “Panggangan”, “Minuman”, “Dapur Belakang”. Nama ini yang membedakan layar satu dari layar lain di daftar perangkat, jadi tulis nama tempatnya, bukan nama orangnya.

  2. Pilih outletnya sekarang

    Outlet melekat pada pemasangannya, bukan dipilih layarnya nanti. Perangkat yang ditinggal tidak punya siapa pun yang memilihkan — dan inilah yang membuat layar cabang A tidak pernah bisa membaca pesanan cabang B. Untuk toko dengan banyak cabang, lihat mengelola banyak outlet.

  3. Buka alamatnya di perangkat dapur

    Ketik kode enam angka yang berlaku lima menit, atau pindai QR-nya dengan kamera perangkat itu. QR menang telak di dapur: tangan basah dan berminyak, dan tablet yang sudah menggantung di dinding.

  4. Simpan ke layar utama

    Peramban menawarkan memasangnya sebagai aplikasi tersendiri. Itu membuatnya terbuka penuh layar dan tidak bisa tertutup tidak sengaja oleh siku yang lewat.

Perangkatnya tidak perlu baru. Tablet bekas yang sudah tidak dipakai, atau monitor lama dengan mini PC, sama-sama cukup — yang dituntut cuma peramban dan koneksi. Pertimbangan memilih tablet dibahas di tablet untuk kasir.

Apa yang sampai ke sana, dan apa yang tidak

  • Sampai: nama pelanggan, isi pesanan beserta variannya, catatan, nomor meja, dan berapa lama tiket itu sudah menunggu.
  • Tidak sampai: harga per item, total, metode pembayaran, dan seluruh angka uang lainnya.
  • Tidak bisa dilakukan: menandai pesanan sudah diambil, membuka laporan, atau menyentuh pengaturan toko.
  • Hanya hari ini: tiket kemarin tidak bisa dibuka dari layar itu, jadi perangkat yang hilang tidak membawa riwayat tokomu.

Satu tombol, dan hanya itu: Siap. Menandai pesanan sudah diambil tetap di kasir — yang menyerahkan makanan ke tangan pembeli adalah orang di depan, dan dapur tidak bisa melihatnya terjadi. Memberi dapur tombol itu berarti pesanan bisa tertutup padahal makanannya masih di meja pass.

Satu outlet boleh punya beberapa layar

Panggangan dan minuman berdiri terpisah di banyak dapur, dan keduanya tidak memasak tiket yang sama pada waktu yang sama. Memasangkan dua layar di satu outlet membuat masing-masing punya namanya sendiri di daftar perangkat, sehingga mencabut satu tidak mematikan yang lain.

Kedai kopi dengan dua stasiun

Sebuah kedai dengan satu outlet memasang dua layar: Bar dan Dapur. Keduanya dipasangkan ke outlet yang sama, dengan dua kode berbeda.

Pesanan jam 08.14: satu Kopi Susu dan satu Roti Bakar. Kedua layar menerima tiketnya, karena keduanya melayani outlet itu.

Barista menekan Siap pada jam 08.16; juru masak menekan Siap pada 08.21. Kasir melihat keduanya berpindah di layarnya sendiri dan memanggil pembeli sekali, bukan dua kali.

Tablet Bar rusak sebulan kemudian. Aksesnya dicabut dari daftar perangkat, tablet penggantinya dipasangkan dengan kode baru, dan layar Dapur tidak ikut terganggu sama sekali.

Kalau perangkatnya hilang

Cabut aksesnya dari daftar perangkat. Pencabutan berlaku pada permintaan berikutnya, bukan menunggu perangkatnya dibuka — jadi tablet yang tertinggal di dapur lama berhenti menerima tiket seketika, tanpa perlu disentuh lagi. Ini pola yang sama dengan layar pelanggan, dan alasannya juga sama: sebuah perangkat yang ditinggal harus bisa dimatikan dari jauh.

Pertanyaan umum

Apakah layar dapur butuh akun sendiri?

Tidak. Ia dipasangkan dengan kode atau QR, bukan dengan nama pengguna dan sandi. Itu disengaja: sebuah akun yang dipakai bersama di dapur adalah akun yang sandinya ditempel di dinding, dan yang tidak pernah diganti saat ada yang berhenti bekerja.

Kalau internet dapur putus, apakah tiketnya hilang?

Tidak. Tiket hidup di server, bukan di perangkat itu. Layarnya berhenti memperbarui selama putus lalu mengejar ketinggalan saat tersambung lagi. Yang perlu disiapkan saat internet mati dibahas di cara menghadapi internet mati.

Bisakah satu layar melayani dua cabang?

Tidak, dan itu batas yang disengaja. Outlet melekat pada pemasangannya. Untuk cabang kedua, pasangkan layar kedua dengan kodenya sendiri.

Apa bedanya dengan tiket dapur yang dicetak?

Tiket cetak berjalan satu arah dan tidak bisa menjawab. Layar menambahkan arah sebaliknya — dapur menandai siap, dan kasir tahu tanpa bertanya. Banyak dapur memakai keduanya: cetak untuk ditempel di meja pass, layar untuk antreannya.